aLLVAr

Minggu, 28 November 2010

QUIZZ (v-class ke-2 JarKomLanjt )

Apakah dimaksud dengan komunikasi broadband ?

Secara umum, Broadband dideskripsikan sebagai komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggi menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber Optik, W-LAN, V-SAT, dsb. Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128 Kbps s/d 100 Mbps. Tidak ada definisi internasional spesifik untuk Broadband


Dalam Draft RPM Penataan Pita Frekuensi Radio untuk Keperluan Layanan Akses Pita Lebar Berbasis Nirkabel (Broadband Wireless Access) diusulkan definisi Broadband adalah layanan telekomunikasi nirkabel yang memiliki kemampuan kapasitas diatas kecepatan data primer “2 Mbps” (E1) sesuai ITU-R F.1399-1.


Faktor pendorong broadband

Untuk Pemerintah

· Broadband dilihat sebagai infrastruktur penting untuk mencapai tujuan-tujuan pemerintah di bidang sosio-ekonomi.

· Untuk mendorong penyediaaan layanan publik seperti E-governance, E-learning, Tele-medicine.


Untuk Penyelenggara Jaringan / Jasa Telekomunikasi

– Suatu pilihan untuk mengurangi penurunan pendapatan dari teknologi lama (POTS/PSTN).

– Potensi tambahan pendapatan dari Layanan Nilai Tambah.

– Potensi penambahan secara eksponensial dalam ARPU.


Untuk Konsumen

– Tersedianya rentang aplikasi yang lebih banyak dan lebih kaya.

– Akses yang lebih cepat terhadap informasi.

– Layanan yang semakin mengarah konvergensi (VOIP, Video on Demand).



Sebutkan keuntungan SONET !

Keuntungan SONET adalah dapat memberikan fungsionalitas yang bagus baik pada jaringan kecil, medium, maupun besar.

– Collector rings menyediakan interface ke seluruh aplikasi, termasuk local office, PABX, access multiplexer, BTS, dan terminal ATM.

– Manejemen bandwith berfungsi untuk proses routing, dan manajemen trafik.

– Jaringan backbone berfungsi menyediakan konektifitas untuk jaringan jarak jauh.



Jelaskan prinsip kerja dari ATM !

ATM telah direkomendasikan oleh CCITT sebagai mode transfer untuk B-ISDN. Pada ATM, informasi dikirim dalam blok data dengan panjang tetap yang disebut sel. Sel merupakan unit dari switching dan transmisi. Untuk mendukung layanan dengan rate yang beragam, maka pada selang waktu tertentu dapat dikirimkan sel dengan jumlah sesuai dengan rate-nya.

Sebuah sel terdiri atas information field yang berisi informasi pemakai dan sebuah header. Informasi field dikirim dengan transparan oleh jaringan ATM dan tak ada proses yang dikenakan padanya oleh jaringan. Urutan sel dijaga oleh jaringan, dan sel diterima dengan urutan yang sama seperti pada waktu kirim. Header berisi label yang melambangkan informasi jaringan seperti addressing dan routing.


Dikatakan merupakan kombinasi dari konsep circuit dan packet switching, karena ATM memakai konsep connection oriented dan mengggunakan konsep paket berupa sel. Setiap hubungan mempunyai kapasitas transfer (bandwidth) yang ditentukan sesuai dengan permintaan pemakai, asalkan kapasitas atau resource-nya tersedia Dengan resource yang sama, jaringan mampu atau dapat membawa beban yang lebih banyak karena jaringan mempunyai kemampuan statistical multiplexing


Topologi ini mempunyai karakteristik :

PRINSIP KERJA :

Data dikirim bertahap melalui komputer-komputer lain sebelum sampai tujuan.

TIPE KABEL : Coaxial

KONEKTOR : Soket BNC dengan Terminator BNC

TRANSFER : 10 Mbps

KONSENTRATOR : tidak ada


KEUNGGULAN :

: - Mudah untuk menghubungkan peralatan ke jaringan.

- Tidak membutuhkan kabel yang banyak.

- Cocok untuk jaringan skala kecil.


KELEMAHAN : - Semua koneksi akan terputus jika ada kerusakan di kabel utama.

- Memerlukan terminator di kedua ujung kabel utama.

- Sulit untuk mengetahui letak gangguan jika jaringan tidak koneksi.

- Tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai jaringan tunggal di gedung besar.

- Memerlukan repeater untuk LAN yang berjarak jauh.



Apakah yang dimaksud dengan DSL?

DSL (Digital Subscriber Line) adalah satu set teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan downolad dari DSL berkisar dari 128 kbit/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan upload lebih rendah dari download untuk ADSL dan sama cepat untuk SDSL.itu sendiri merupakan singkatan dari Digital Subscriber Line.
DSL merupakan teknologi yang menggunakan kabel telepon yang sudah ada untuk mengirimkan data dengan kecepatan tinggi.


DSL dapat menyediakan service dengan kecepatan dari 144 sampai 1100Kbps. Kecepatan maksimum, yaitu 1100Kbps itu kira2 50x lebih cepat dibandingkan 28.8Kbps kecepatan modem, dan 10x lebih cepat jika dibandingkan ISDN.


DSL lebih murah jika dibandingkan dengan T-1 untuk SOHO, dan tidak dicharge
per-minute, melainkan per bandwidth yang digunakan. Untuk mengimplementasikan
DSL, yang dibutuhkan hanya DSL modem, ethernet card dan kabel ethernet yang
digunakan untuk menghubungkan server ke DSL modem.


Akses cable modem itu berdasarkan model broadcast, dimana sinyal yang sama
dishare melalui loop ke pelanggan2 dalam area tertentu. Semakin banyak pelanggan
yang menggunakan cable modem, semakin kecil bandwidth yang tersedia untuk
setiap pelanggan. Sedangkan DSL menyediakan dedicated line dari pelanggan
ke service provider, yang mengakibatkan akses bandwidth yang lebih cepat dan
reliable.


Keuntungan DSL

  • Menggunakan infrastruktur (kabel pair) eksisting.
  • Layanan dapat seketika diberikan kepada setiap pelanggan yang telah mempunyai sambungan telepon baik perumahan maupun bisnis/perkantoran.
  • Tidak perlu meng-upgrade sentral, karena trafik DSL tidak masuk ke sentral.
  • Layanan baru yang diberikan tidak mengganggu layanan telepon eksisting.
  • Mampu memberikan kanal akses digital kecepatan tinggi secara dedicated untuk setiap pelanggan.


Sumber :

http://www.master.web.id/archive/200112/0215.html

http://firdaus84.files.wordpress.com/2008/11/11-komunikasi-broadband.ppt

http://id.wikipedia.org/wiki/DSL

Minggu, 07 November 2010

KUIS V-CLAS JARKOM

Network address : 200.200.200.0/16

Ada 5 network yang dibuat yaitu :

Management 32 host
HRD 16 Host
Administrasi 8 Host
IT 4 Host
Sales 16 Host

Jaringan yang dibuat menggunakan 3 Router yaitu Router0, Router1 dan router2. Dihubungkan masing-masing dengan menggunakan connection DCE (clock rate 9600).

Tentukan Subnetting IP ini menggunakan metode VLSM :

Nama Host NA Range Broadcast SM
Management 32 host



HRD 16 Host



Administrasi 8 Host



IT 4 Host



Sales 16 Host




JAWAB :

IP Jaringan: 200.200.0.0/16
Tersedia alamat IP dalam jaringan utama: 65534
Jumlah alamat IP yang dibutuhkan: 76
Tersedia alamat IP dalam subnet dialokasikan: 142
Sekitar 0% dari ruang alamat jaringan yang tersedia utama yang digunakan
Sekitar 54% dari ruang alamat subnet jaringan yang digunakan

Subnet Name Needed Size Allocated Size Address Mask Dec Mask Assignable Range Broadcast
Administrasi 8 14 200.200.0.128 /28 255.255.255.240 200.200.0.129 – 200.200.0.142 200.200.0.143
HRD 16 30 200.200.0.64 /27 255.255.255.224 200.200.0.65 – 200.200.0.94 200.200.0.95
IT 4 6 200.200.0.144 /29 255.255.255.248 200.200.0.145 – 200.200.0.150 200.200.0.151
Management 32 62 200.200.0.0 /26 255.255.255.192 200.200.0.1 – 200.200.0.62 200.200.0.63
Sales 16 30 200.200.0.96 /27 255.255.255.224 200.200.0.97 – 200.200.0.126 200.200.0.127

Tes awal -- VLSM (Variable Length Subnet Mask)

diketahui :

*Sebuah Gedung 5 lantai

*IP Lokal 200.0.1.0/24

*IP Lokal 200.0.2.0/24

*Kebutuhan perlantai :

# 11 PC untuk Accountung Staff

# 3 PC untuk Ruang Server

# 7 PC untuk IT Staff

# 28 PC untuk Operatinal Staff

# 30 PC untuk CS Staff


1. RANCANGLAH NETWORK SKEMANYA













2. SUBNET SESUAI KEBUTUHAN

TULISKAN SUBNET DALAM TABEL

# 3 PC untuk Ruang Server

Analisa: 200.0.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Karena dibutuhkan hanya 3 PC untuk Ruang Server, menjadi :

11111111.11111111.11111111.11111000 (255.255.255.248).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 25 = 32 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 23 – 2 = 6 host
  3. Blok Subnet = 256 – 248 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 8. Subnet berikutnya adalah 8 + 8 = 16, dan 8 + 16 = 24. Jadi subnet lengkapnya adalah 8, 16,24,dst.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Subnet #

Subnet ID

Valid Host

Broadcast ID

1

200.0.1.8

200.0.1.9 s/d 200.0.1.14

200.0.1.15

2

200.0.1.16

200.0.1.17 s/d 200.0.1.22

200.0.1.23

3

200.0.1.24

200.0.1.25 s/d 200.0.1.30

200.0.1.31

4

200.0.1.32

200.0.1.33 s/d 200.0.1.38

200.0.1.39

5

200.0.1.40

200.0.1.41 s/d 200.0.1.46

200.0.1.47

6

200.0.1.48

200.0.1.49 s/d 200.0.1.54

200.0.1.55

7

200.0.1.56

200.0.1.57 s/d 200.0.1.62

200.0.1.63

8

200.0.1.64

200.0.1.65 s/d 200.0.1.70

200.0.1.71

9

200.0.1.72

200.0.1.73 s/d 200.0.1.78

200.0.1.79

10

200.0.1.80

200.0.1.81 s/d 200.0.1.86

200.0.1.87

…

…

…

…

30

200.0.1.240

200.0.1.241 s/d 200.0.1.246

200.0.1.247

IP Lokal : 200.0.1.0/24
Alamat IP dalam jaringan utama: 254

Alamat IP menjadi : 6 karena dibutuhkan 3 PC
Jumlah alamat IP yang dibutuhkan: 3
Jumlah Host per Subnet dialokasikan: 6
Sekitar 3% dari ruang alamat jaringan yang tersedia utama yang digunakan

Sekitar 50% dari ruang alamat subnet jaringan yang digunakan

Nama Subnet

IP yg dibutuhkan

Dialokasikan

Address

Mask

Dec Mask



SERVER

3

6

200.0.1.0

/29

255.255.255.248



# 11 PC untuk Accountung Staff

# 3 PC untuk Ruang Server

# 7 PC untuk IT Staff

# 28 PC untuk Operatinal Staff

# 30 PC untuk CS Staff

# 28 PC untuk Operatinal Staff

Analisa: 200.0.2.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Karena dibutuhkan hanya 28 PC untuk Operatinal Staff, menjadi :

11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 23 = 8 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 25 – 2 = 30 host
  3. Blok Subnet = 256 – 224 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 32. Subnet berikutnya adalah 32 + 32 = 64, dan 32 + 64 = 96. Jadi subnet lengkapnya adalah 32, 64,96,dst.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Subnet #

Subnet ID

Valid Host

Broadcast ID

1

200.0.2.32

200.0.2.33 - 200.0.2.62

200.0.2.63

2

200.0.2.64

200.0.2.65 - 200.0.2.94

200.0.2.95

3

200.0.2.96

200.0.2.97 - 200.0.2.126

200.0.2.127

4

200.0.2.128

200.0.2.129 - 200.0.2.158

200.0.2.159

5

200.0.2.160

200.0.2.161 - 200.0.2.190

200.0.2.191

6

200.0.2.192

200.0.2.193 - 200.0.2.222

200.0.2.223

# 30 PC untuk CS Staff

Analisa: 200.0.2.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Karena dibutuhkan hanya 30 PC untuk CS Staff, menjadi :

11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 23 = 8 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 25 – 2 = 30 host
  3. Blok Subnet = 256 – 224 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 32. Subnet berikutnya adalah 32 + 32 = 64, dan 32 + 64 = 96. Jadi subnet lengkapnya adalah 32, 64,96,dst.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Subnet #

Subnet ID

Valid Host

Broadcast ID

1

200.0.2.32

200.0.2.33 - 200.0.2.62

200.0.2.63

2

200.0.2.64

200.0.2.65 - 200.0.2.94

200.0.2.95

3

200.0.2.96

200.0.2.97 - 200.0.2.126

200.0.2.127

4

200.0.2.128

200.0.2.129 - 200.0.2.158

200.0.2.159

5

200.0.2.160

200.0.2.161 - 200.0.2.190

200.0.2.191

6

200.0.2.192

200.0.2.193 - 200.0.2.222

200.0.2.223

# 7 PC untuk IT Staff

Analisa: 200.0.2.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Karena dibutuhkan hanya 7 PC untuk IT Staff, menjadi :

11111111.11111111.11111111.11110000 (255.255.255.240).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 24 = 16 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 24 – 2 = 14 host
  3. Blok Subnet = 256 – 240 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 16. Subnet berikutnya adalah 16 + 16 = 32, dan 16 + 32 = 48. Jadi subnet lengkapnya adalah 32, 64,96,dst.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Subnet #

Subnet ID

Valid Host

Broadcast ID

1

200.0.2.16

200.0.2.17 - 200.0.2.30

200.0.2.31

2

200.0.2.32

200.0.2.33 - 200.0.2.46

200.0.2.47

3

200.0.2.48

200.0.2.49 - 200.0.2.62

200.0.2.63

4

200.0.2.64

200.0.2.65 - 200.0.2.78

200.0.2.79

5

200.0.2.80

200.0.2.81 - 200.0.2.94

200.0.2.95

6

200.0.2.192

200.0.2.97 - 200.0.2.110

200.0.2.111

…

…

…

…

14

200.0.2.224

200.0.2.225 - 200.0.2.238

200.0.2.239

# 11 PC untuk Accountung Staff

Analisa: 200.0.2.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Karena dibutuhkan hanya 11 PC untuk Accountung Staff, menjadi :

11111111.11111111.11111111.11110000 (255.255.255.240).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 24 = 16 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 24 – 2 = 14 host
  3. Blok Subnet = 256 – 240 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 16. Subnet berikutnya adalah 16 + 16 = 32, dan 16 + 32 = 48. Jadi subnet lengkapnya adalah 32, 64,96,dst.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Subnet #

Subnet ID

Valid Host

Broadcast ID

1

200.0.2.16

200.0.2.17 - 200.0.2.30

200.0.2.31

2

200.0.2.32

200.0.2.33 - 200.0.2.46

200.0.2.47

3

200.0.2.48

200.0.2.49 - 200.0.2.62

200.0.2.63

4

200.0.2.64

200.0.2.65 - 200.0.2.78

200.0.2.79

5

200.0.2.80

200.0.2.81 - 200.0.2.94

200.0.2.95

6

200.0.2.192

200.0.2.97 - 200.0.2.110

200.0.2.111

…

…

…

…

14

200.0.2.224

200.0.2.225 - 200.0.2.238

200.0.2.239


IP Jaringan: 200.0.2.0/24
Tersedia alamat IP dalam jaringan utama: 254
Jumlah alamat IP yang dibutuhkan: 76
Tersedia alamat IP dalam subnet dialokasikan: 88
Sekitar 38% dari ruang alamat jaringan yang tersedia utama yang digunakan
Sekitar 86% dari ruang alamat subnet jaringan yang digunakan

Subnet Name

Needed Size

Allocated Size

Address

Mask

Dec Mask

Assignable Range

Broadcast

ACCOUNTING STAFF

11

14

200.0.2.64

/28

255.255.255.240

200.0.2.65 – 200.0.2.78

200.0.2.79

IT STAFF

7

14

200.0.2.80

/28

255.255.255.240

200.0.2.81 – 200.0.2.94

200.0.2.95

OPERASIONAL STAFF

28

30

200.0.2.32

/27

255.255.255.224

200.0.2.33 – 200.0.2.62

200.0.2.63

CS STAFF

30

30

200.0.2.0

/27

255.255.255.224

200.0.2.1 – 200.0.2.30

200.0.2.31


Rabu, 03 November 2010

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Melakukkan penghitunggan subnetting IP address pada kelas B :


Subnet Mask

Nilai CIDR

255.255.128.0

/17

255.255.192.0

/18

255.255.224.0

/19

255.255.240.0

/20

255.255.248.0

/21

255.255.252.0

/22

255.255.254.0

/23

255.255.255.0

/24

Subnet Mask

Nilai CIDR

255.255.255.128

/25

255.255.255.192

/26

255.255.255.224

/27

255.255.255.240

/28

255.255.255.248

/29

255.255.255.252

/30

Contoh Soal :

Menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24.

Contoh network address 172.16.0.0/18.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask)= 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet

172.16.0.0

172.16.64.0

172.16.128.0

172.16.192.0

Host Pertama

172.16.0.1

172.16.64.1

172.16.128.1

172.16.192.1

Host Terakhir

172.16.63.254

172.16.127.254

172.16.191.254

172.16.255.254

Broadcast

172.16.63.255

172.16.127.255

172.16.191.255

172.16..255.255


Conto Soal :

Menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet

172.16.0.0

172.16.0.128

172.16.1.0

…

172.16.255.128

Host Pertama

172.16.0.1

172.16.0.129

172.16.1.1

…

172.16.255.129

Host Terakhir

172.16.0.126

172.16.0.254

172.16.1.126

…

172.16.255.254

Broadcast

172.16.0.127

172.16.0.255

172.16.1.127

…

172.16.255.255

____________________________________________________________________

Soal :

membuat Subnet baru untuk 1000 host !

ambil Contoh network address 172.16.0.0/24 (karena akan mencapai 1000 host lebih dikit)

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111110.00000000 (255.255.254.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 27 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 29 – 2 = 1022 host
  3. Blok Subnet = 256 – 254 = 2. Subnet berikutnya adalah 2 + 2 = 4, dan 4+2=6. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 2, 4, 6,dst.(sampai mendapatkan 256 subnet)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet

172.16.0.0

172.16.2.0

172.16.4.0

172.16.6.0

n..

Host Pertama

172.16.0.1

172.16.2.1

172.16.4.1

172.16.6.1

n..

Host Terakhir

172.16.1.254

172.16.3.254

172.16.5.254

172.16…254

n..

Broadcast

172.16.1.255

172.16.3.255

172.16.5.255

172.16….255

n..




Sumber :

http://romisatriawahono.net/2006/02/11/memahami-penghitungan-subnetting-dengan-mudah/