aLLVAr

Jumat, 24 Desember 2010

Perbaikan UTS Jaringan Komputer Lanjut




SUBNET + VLSM

Nama : Aloysius Varian

NPM : 50407082

Kelas : 4 IA 15

No. Absen : 4

Diketahui sebuah contoh kasus yaitu suatu bank membutuhkan sebuah jaringan subnet untuk masing masing bagiannya sebagai berikut :






IP Public : 172.16.0.0/16

172.16.X.N /16

X = absen dalam kelas

N = Jumlah Netmask


Untuk IP yang digunakan ialah 172.16.X.N /16, dengan variabel X merupakan nomor absen penulis. Pada soal ini akan memasukkan X=4. karena absent dalam kelas saya nomor 4.


Bagian Keuangan

  • Untuk bagian Keuangan diketahui membutuhkan host sebanyak 25 buah, maka ada 25 IP Address ditambah dengan 1 Gateway, 1 alamat network dan 1 alamat broadcast.

  • Keuangan = 25 + 1 + 1 + 1 = 28 (desimal) = 11100 (biner) = 5 digit
    maka IP Total yang digunakan merupakan 2^5 = 32.

  • Untuk Subnetmasknya :
    = 11111111.11111111.11111111.11100000 /27
    = 255.255.255.224

  • Kemudian untuk alamat Network = 172.16.4.0, untuk alamat broadcast merupakan N dari alamat Network ditambah IP total - 1. Jadi, 0 + 32 - 1= 31, sehingga didapat 172.16.4.31.

  • Sedangkan untuk gatewaynya merupakan N dari alamat network ditambah 1. Jadi 0 + 1 = 1, sehingga didapat 172.16.4.1.

  • Sisanya merupakan IP range yang bisa digunakan host yaitu dari 172.16.4.2 sampai 172.16.4.30.


Bagian Marketing

  • Untuk bagian Marketing diketahui membutuhkan host sebanyak 50 buah, maka ada 50 IP Address ditambah dengan 1 Gateway, 1 alamat network dan 1 alamat broadcast.

  • Marketing = 50 + 1 + 1 + 1 = 53 (desimal) = 110101 (biner) = 6 digit
    maka IP Total yang digunakan merupakan 2^6 = 64.

  • Untuk Subnetmasknya :
    = 11111111.11111111.11111111.11000000 /26
    = 255.255.255.192

  • Kemudian untuk alamat Network merupakan N dari alamat broadcast sebelumnya ditambah 1, 31 + 1 = 172.16.4.32, untuk alamat broadcast merupakan N dari alamat Network ditambah IP total - 1. Jadi, 32 + 64 - 1= 31, sehingga didapat 172.16.4.95.

  • Sedangkan untuk gatewaynya merupakan N dari alamat network ditambah 1. Jadi 32 + 1 = 33, sehingga didapat 172.16.4.33.

  • Sisanya merupakan IP range yang bisa digunakan host yaitu dari 172.16.4.34 sampai 172.16.4.94.


Bagian HRD

  • Untuk bagian HRD diketahui membutuhkan host sebanyak 10 buah, maka ada 10 IP Address ditambah dengan 1 Gateway, 1 alamat network dan 1 alamat broadcast.

  • Marketing = 50 + 1 + 1 + 1 = 13 (desimal) = 110101 (biner) = 4 digit
    maka IP Total yang digunakan merupakan 2^4 = 16.

  • Untuk Subnetmasknya :
    = 11111111.11111111.11111111.11110000 /28
    = 255.255.255.240

  • Kemudian untuk alamat Network merupakan N dari alamat broadcast sebelumnya ditambah 1, 95 + 1 = 172.16.4.96, untuk alamat broadcast merupakan N dari alamat Network ditambah IP total - 1. Jadi, 96 + 16 - 1= 111, sehingga didapat 172.16.4.111.

  • Sedangkan untuk gatewaynya merupakan N dari alamat network ditambah 1. Jadi 96 + 1 = 97, sehingga didapat 172.16.4.97.

  • Sisanya merupakan IP range yang bisa digunakan host yaitu dari 172.16.4.98 sampai 172.16.4.110.


Bagian TI

  • Untuk bagian TI diketahui membutuhkan host sebanyak 10 buah, maka ada 10 IP Address ditambah dengan 1 Gateway, 1 alamat network dan 1 alamat broadcast.

  • Marketing = 50 + 1 + 1 + 1 = 13 (desimal) = 110101 (biner) = 4 digit
    maka IP Total yang digunakan merupakan 2^4 = 16.

  • Untuk Subnetmasknya :
    = 11111111.11111111.11111111.11110000 /28
    = 255.255.255.240

  • Kemudian untuk alamat Network merupakan N dari alamat broadcast sebelumnya ditambah 1, 111 + 1 = 172.16.4.112, untuk alamat broadcast merupakan N dari alamat Network ditambah IP total - 1. Jadi, 112 + 16 - 1= 127, sehingga didapat 172.16.4.127.

  • Sedangkan untuk gatewaynya merupakan N dari alamat network ditambah 1. Jadi 112 + 1 = 113, sehingga didapat 172.16.4.113.

  • Sisanya merupakan IP range yang bisa digunakan host yaitu dari 172.16.4.114 sampai 172.16.4.126.

2. Untuk Skema Jaringannya :




Rabu, 01 Desember 2010

TES Akhir (vClacss ke-2 JarKomLan)

1. Service yang cara kerjanya mirip dengan mengirim surat adalah :

a. Connection Oriented c. Semua jawaban benar
b. Connectionless Oriented d. Semua jawaban salah
jawab : A

2. Nama lain untuk Statistical Time Division Multiplexing (TDM) adalah :
a. Non-Intelligent TDM c. Asynchronous TDM
b. Synchronous TDM d. Semua jawaban benar
jawab : B

3. Hubungan laju transmisi data dengan lebar pita saluran transmisi adalah :
a. Laju transmisi naik jika lebar pita berkurang.
b. Laju transmisi naik jika lebar pita bertambah.
c. Laju transmisi tidak bergantung pada lebar pita.
d. Semua jawaban salah.
jawab :D

4. Teknik encoding Bipolar-AMI dan Pseudoternary termasuk dalam teknik :
a. Multilevel Binary c. Biphase
b. NRZ d. Manchester
jawab : A

5. Jika dua frame ditransmisikan secara serentak maka akan menyebabkan terjadinya tubrukan. Kejadian ini dalam jaringan dikenal dengan istilah :
a. Contention c. Crash
b. Collision d. Jabber
jawab :C

6. Salah satu protocol CSMA yang tidak terus menerus mendengarkan channel adalah :
a. 1-persistent c. nonpersistent
b. p-persistent d. CSMA/CD
jawab :D

7. Salah satu protocol yang bebas dari tubrukan adalah :
a. Bit-Map c. Carrier Sense
b. CSMA d. ALOHA
jawab :C

8. Selective Repeater merupakan istilah lain dari :
a. Router c. Gateway
b. Bridge d. Repeater
jawab :A

9. Dalam pemeliharaan ring logis 802.4, frame kontrol yang bertugas untuk mengijinkan suatu stasiun untuk meninggalkan ring adalah :
a. Claim_token c. Token
b. Who_follows d. Set_Successor
jawab :C

10. Algoritma yang digunakan untuk menghindari kemacetan adalah :
a. Broadcast Routing c. Optimal Routing
b. Flow Control d. Flooding Routing
jawab :B

11. Algoritma routing yang menggunakan informasi yang dikumpulkan dari subnet secara keseluruhan agar keputusannya optimal adalah :
a. Algoritma Global c. Algoritma Terisolasi
b. Algoritma Lokal d. Algoritma Terdistribusi
jawab :D

12. Keuntungan multiplexing adalah :
a. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk satu terminal
b. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk banyak terminal
c. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk banyak terminal
d. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk satu terminal
jawab :B

13. Jenis kabel UTP digunakan untuk jaringan Ethernet :
a. 10Base2 c. 10BaseT
b. 10Base5 d. Semua jawaban benar
jawab :C

14. Suatu algoritma routing yang tidak mendasarkan keputusan routingnya pada kondisi topologi dan lalulintas saat itu adalah :
a. Non adaptive c. RCC
b. Adaptive d. Hot potato
jawab :A

15. Data/message yang belum dienkripsi disebut dengan :
a. Plaintext c. Auntext
b. Ciphertext d. Choke Packet
jawab :A

16. Algoritma Kontrol Kemacetan yang menjaga jumlah paket tetap konstan dengan menggunakan permits yang bersirkulasi dalam subnet adalah :
a. Kontrol Arus c. Pra Alokasi Buffer
b. Kontrol Isarithmic d. Choke Packet
jawab :C

17. Sekumpulan aturan yang menentukan operasi unit-unit fungsional untuk mencapai komunikasi antar dua entitas yang berbeda adalah :
a. Sintaks c. Protokol
b. Timing d. Routing
jawab :C

18. Algoritma yang digunakan oleh transparent bridge adalah :
a. RCC c. Flooding
b. Backward Learning d. Shortest path
jawab :B

19. Dalam model OSI internetworking membagi lapisan network menjadi beberapa bagian, kecuali
a. Intranet sublayer c. Internet sublayer
b. Access sublayer d. Enhanchement sublayer
jawab :A

20. Teknik time domain reflectometry digunakan pada standard IEEE:
a. 802.2 c. 802.4
b. 802.3 d. 802.5
jawab :B

21. Suatu cara yang mempunyai kemampuan untuk menyedian privacy, authenticity, integrity dan pengamanan data adalah :
a. Enkripsi c. Deskripsi
b. Antisipasi d. Semua jawaban salah
jawab :A

22. Tujuan adanya jaringan komputer adalah…..
a. Resource sharing c. High reability
b. Penghematan biaya d. Semua jawaban benar
jawab :D

23. Mengontrol suapaya tidak terjadi deadlock merupakan fungsi dari lapisan :
a. Network Layer c. Data link Layer
b. Session Layer d. Application Layer
jawab :A

24. Frame yang terjadi apabila suatu stasiun mentransmisikan frame pendek kejalur ring yang panjang dan bertubrukan atau dimatikan sebelum frame tersebut dikeluarkan. Frame ini disebut dengan istilah :
a. Orphan c. Pure
b. Beacon d. Semua jawaban salah
jawab :B

25. Wire center digunakan pada standar :
a. 802.2 c. 802.4
b. 802.3 d. 802.5
jawab :B

26. Komponen dasar model komunikasi adalah :
a. Sumber c. Media
b. Tujuan d. Semua benar
jawab :D

27. Di bawah ini termasuk Broadcast network :
a. Circuit Switching c. Satelit
b. Paket Switching d. Semi Paket Switching
jawab :C

28. Paket radio termasuk golongan :
a. Broadcast c. Publik
b. Switched d. Semua benar
jawab :A

29. Di bawah ini termasuk guided media :
a. UTP c. Fiber Optik
b. Coaxial d. Semua benar
jawab :D

30. Modul transmisi yang sifatnya searah adalah :
a. Pager c. TV
b. Simpleks d. Semua benar
jawab : C

Senin, 29 November 2010

Dampak Positif Dan Negatif pada Dunia dari Bencana Gunung Berapi Dan Kedatangan Barack Obama

Bencana Gunung Berapi


Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Contoh bencana alam antara lain antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan dan tanah langsor. Sedangkan bencana non alam contohnya adalah konflik social, epidemi dan wabah penyakit.


Dilihat dari letak geologis, cuaca dan kondisi sosial, Indonesia rentan terhadap beragam bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, badai dan angin topan, wabah penyakit, kekeringan dan gunung api. Bencana muncul ketika ancaman alam (seperti gunung api) bertemu dengan masyarakat yang rentan (perkampungan di lereng gunung api) yang mempunyai kemampuan rendah atau tidak mempunyai kemampuan untuk menanggapi ancaman itu (tidak ada pelatihan atau pemahaman tentang gunung api atau tidak siap siaga). Dampak yang muncul adalah terganggunya kehidupan masyarakat seperti kehancuran rumah, kerusakan harta benda serta korban jiwa.


Karena umumnya bahaya bencana dapat terjadi di mana saja dengan sedikit atau tanpa peringatan, maka sangat penting bersiaga terhadap bahaya bencana untuk mengurangi risiko dampaknya. Melalui pendidikan masyarakat, dapat dilakukan beberapa hal untuk mengurangi risiko bencana. Selain itu, agar masyarakat mengetahui langkah-langkah penanggulangan bencana sehingga dapat mengurangi ancaman, mengurangi dampak, menyiapkan diri secara tepat bila terjadi ancaman, menyelamatkan diri, memulihkan diri, dan memperbaiki kerusakan yang terjadi agar menjadi masyarakat yang aman, mandiri dan berdaya tahan terhadap bencana.


Kabupaten Sleman secara geografis memang memiliki beberapa wilayah rawan bencana alam, mulai dari letusan Gunung Merapi, banjir lahar dingin, tanah longsor, kekeringan dan angin puting beliung. Daerah yang rawan ancaman Gunung Merapi di antara di wilayah Cangkringan, Pakem dan Turi. Daerah tersebut rawan terhadap bahaya letusan Gunung Merapi, awan panas (wedus gembel) maupun banjir lahar dingin. Sedangkan daerah Prambanan yang memiliki kawasan pegunungan, rawan terhadap kekeringan dan tanah longsor. Selain itu, terdapat daerah yang rawan terhadap terjadinya angin puting beliung. Daerah yang rawan angina putting beliung yaitu pada wilayah yang daerah datar seperti Godean, Seyegan, Mlati, Ngaglik dan Berbah.


Untuk penanganan ancaman bencana dari Gunung Merapi telah ada aturan tersendiri. Hal ini karena Gunung Merapi merupakan salah satu gunung teraktif di dunia, oleh karena itu penanganannya harus menyeluruh. Penanganan ancaman bencana Gunung Merapi seperti pemantauan perkembangan aktivitas setiap saat, evakuasi warga jika ada peningkatan aktivitas hingga tahap membahayakan serta persiapan barak dan dapur umum hingga penanganan korban.


Gunung berapi meletus akibat magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma. Letusannya membawa abu dan batu yang menyembur dengan keras, sedangkan lavanya bisa membanjiri daerah sekitarnya. Akibat letusan tersebut bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar pada wilayah radius ribuan kilometer dan bahkan bisa mempengaruhi putaran iklim di bumi ini, seperti yang terjadi pada Gunung Pinatubo di Filipina dan Gunung Krakatau di Propinsi Banten, Indonesia.



Dampak Positif Bagi Bisnis dan Perekonomian

  • Menambah kesuburan kawasan sekitar merapi, sehingga dapat ditumbuhi banyak pepohonan dan dapat dimanfaatkan untuk pertanian dalam waktu beberapa tahun kedepan
  • Dapat dijadikan objek wisata bagi wisatawan domestic dan wisatawan mancanegara setelah Gunung Merapi meletus
  • Hasil erupsi (pasir) dapat dijadikan mata pencaharian seperti penambangan pasir dan karya seni dari endapan lava yang telah dingin.
  • Aktifitas gunung api dapat menghasilkan geothermal atau panas bumi yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari
  • Sisa-sisa aktivitas Gunung Merapi dapat menghasikan bahan-bahan tambang yang berguna dan bernilai tinggi. Seperti belerang, batu pualam dan lain-lain
  • Membangkitkan industry semen dan industry yang berkaitan dengan insfrastuktur bisa bangkit, termasuk bisa menyerap banyak tenaga ahli untuk memulihkan infrastruktur dan sector lainnya di kawasan terkena musibah.
  • Terjadinya disribusi keadilan ekonomi, dengan banyaknya sumbangan dari para dermawan.


Dampak Negatif Bagi Bisnis dan Perekonomian

  • Merusak pemukiman warga sekitar bencana
  • Menyababkan kebakaran hutan (Bencana Merapi)
  • Pepohonan dan tumbuhan yang ditanam warga sekitar banyak yang layu, bahkan mati akibat debu vulkanik, begitu juga dengan ternak warga banyak yang mati akibat letusan Gunung Merapi
  • Menyebabkan gagal panen
  • Matinya infrastruktur
  • Terhentinya aktivitas mata pencaharian warga sekitar bencana
  • Pemerintah harus mengeluarkan biaya yang tidak terduga untuk memperbaiki infrastruktur yang telah rusak akibat bencana
  • Terhentinya industri periwisata, seperti pasar Malioboro dan Candi Borobudur (Bencana Merapi)
  • Bandar udara tidak dapat beroperasi atau tidak dapat melakukan penerbangan karena debu vulkanik yang dihasilkan oleh letusan Gunung Merapi dapat menyebabkan mesin pesawat mati
  • Mengganggu hubungan komunikasi, jaringan listrik terputus dan aktifitas masyarakat lumpuh


Dampak Negatif Bagi Kesehatan Masyarakat

  • Menebarkan debu yang dapat mengganggu pernapasan
  • Menimbulkan gas beracun
  • Terjadinya kekurangan pangan bagi masyarakat yang terkena bencana Merapi




Kedatangan Barack Obama

Di awal bulan november ini sempat merebak di berita media cetak maupun elektronik mengenai perihal kedatangan presiden amerika serikat ke-44 ke Indonesia, tak lain dan tak bukan ialah Barrack Obama. Menjadi pemberitaan yang menarik ditengah masyarakat Indonesia dikarenakan presiden amerika yang satu ini pernah sempat tinggal kurang lebih 4 tahun lamanya di Indonesia, tepatnya daerah Menteng, Jakarta. Kini yang masyarakat Indonesia tahu bahwa manusia yang pernah tinggal di Jakarta ini tengah menjadi pemimpin untuk negara superpower masa kini, yakni amerika Serikat.


Sebagai pemimpin negara superpower di dunia, timbul harapan untuk bagaimana sekiranya Obama dapat memberikan warna baru bagi sikap amerika terhadap kehidupan dunia internasional. Sebab selama ini, sebelum era pemerintahannya, banyak sekali pembicaraan yang membahas tentang ketidakakuran amerika, terkhusus terhadap beberapa oknum kaum muslimin. Perpecahan perangan yang terjadi di negara-negara seputaran jazirah arab, dapat kita amati tidak lepas dari sangkut paut amerika. Sebut saja Irak dan Afganistan, 2 negara ini menjadi bulan-bulanan dari tragedi peperangan yang harus menghempaskan tak sedikit nyawa-nyawa yang tak berdosa.


Belum lagi jika kita berbicara mengenai Palestina, walau konflik yang ada ialah antara Palestina dan isr..l. Namun amerika serikat yang mempunyai kekuatan lebih diantara negara-negara dunia justru hanya menjadi penonton seakan membiarkan perang antarkedua negara tersebut terjadi begitu saja. Bukankah sudah semestinya amerika serikat menjadi penengah maupun memberikan alternative terbaik untuk penyelesaian konflik kedua negara tersebut. Aneh… jika yang lebih mempunyai kekuatan, begitu lemahnya tak mampu menggunakan kekuatan tersebut.


Kembali lagi perihal datangnya obama ke Indonesia. Menanyakan pengaruh atas kedatangan Obama mungkin dari sisi masyarakat kecil/mengengah kebawah. Obama tidaklah berarti apa-apa, sungguh tak satu bungkus nasipun diterima rakyat kecil Indonesia ketika Obama datang ke negeri ini. Begitu pun pengaruhnya bagi pemerintahan Indonesia, dengan pembicaraan yang telah dilakukan Obama dan presiden negeri ini, harus kita sadari itu hanya sekadar perkataan atau janji belaka. Apakah akan benar-benar terealisasi atau tidak, kita tidak akan tahu yang akan terjadi kedepannya.


Dari sekian gambaran itu, satu hal terpenting yang mesti kita suarakan ialah tolong jagalah perdamaian antar negara dunia, khususnya terhadap dunia muslim. Serta jangan sampai ada penjajahan-penjajahan secara terselubung yang sangat membujuk negara-negara kecil tetapi pada akhirnya harus menjerat negara tersebut dikarenakan tumpukan hutang maupun monopoli perekonomian yang semakin mejadi-jadi (terske..riokan). Mari bersama kita tumbuhkan rasa humanisme, junjung kebenaran, dan buang jauh-jauh sikap permusuhan dan ketidakadilan.


Dampak Positif Bagi Bisnis dan Perekonomian

  • Hubungan diploma antara Indonesia dan Amerika menjadi terlihat lebih baik
  • Melihat bahwa banyak potensi potensi anak bangsa yang dapat berkembang seperti halnya obama
  • Menandakan bahwa AS membuka diri secra langsung untuk menjalin hubungan internasional terhadap bangsa kita
  • Pemberitaan tentang kedatangan Barack Obama terdengar hingga ke mancanegara sehingga popularitas negara Indonesia pun ikut terdongkrak
  • Harus menandai peningkatan kerja sama di berbagai program, terutama di bidang ekonomi dan investasi, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia
  • Melalui peningkatan kerja sama dan hubungan baik kedua negara, Indonesia bisa menarik investor AS lebih banyak untuk meningkatkan nilai investasi di Indonesia serta menjadi AS sebagai pasar ekspor Indonesia
  • Akan dapat menjadikan simbol kepercayaan internasional terhadap Indonesia
  • Mengangkat nama Indonesia melalui liputan internasional dari kunjungannya

Dampak Negatif Bagi Bisnis dan Perekonomian

  • Sterilisasi area yang dilakukan pihak keamanan terlalu berlebihan sehingga membuat warga sekitar Jakarta dan Depok kebingungan memilih jalan untuk keluar
  • Menyebabkan beberapa ruas jalan di ibukota mengalami penutupan/pengalihan sementara yang mengakibatkan sangat tersendatnya arus lalu lintas dibandingkan dengan sebelumnya sehingga hal tersebut sangat merugikan semua pengguna jalan
  • Kedatangan Barack Obama bertepatan dengan Hari Pahlawan, biasanya setiap tanggal 10 November tepat pukul 10 media elektronik banyak yang menyuguhi liputan berita tentang perlunya mengheningkan cipta bagi para pahlawan bangsa dijalan-jalan, tapi kelihatannya hari ini lebih memilih untuk meliput perjalanan presiden AS tersebut. Barack Obama yang menurut jadual akan mampir ke Taman Makam Pahlawan Kalibata justru membatalkan agenda tersebut dan memlilih untuk mempercepat jadual kunjungannya
  • Seharusnya dana yang kita keluarkan untuk menyambut kedatangan Barack Obama lebih baik digunakan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam yang lebih membutuhkan


Dampak Positif Bagi Pendidikan

  • Beasiswa untuk mahasiswa Indonesia dilipat gandakan dua kali




Sumber:

http://www.detiknews.com/read/2010/11/05/084603/1486531/10/5-dampak-kesehatan-akibat-letusan-gunung-merapi

http://septian99.wordpress.com/2010/11/14/apa-dan-bagaimana-pengaruh-kedatangan-obama-ke-indonesia/

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20101026100208AAGw32h

http://www.tnol.co.id/id/community-says/3291-plus-minus-obama-ke-indonesia.html

http://id.news.yahoo.com/antr/20101109/tbs-kunjungan-obama-harus-berdampak-ekon-251e945.html

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090127044633AAECv4i

http://sahrul1987.wordpress.com/2008/11/06/potensi-bencana-dan-penanggulangan-akibat-letusan-gunung-merapi-di-kabupaten-sleman/

Minggu, 28 November 2010

QUIZZ (v-class ke-2 JarKomLanjt )

Apakah dimaksud dengan komunikasi broadband ?

Secara umum, Broadband dideskripsikan sebagai komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggi menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber Optik, W-LAN, V-SAT, dsb. Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128 Kbps s/d 100 Mbps. Tidak ada definisi internasional spesifik untuk Broadband


Dalam Draft RPM Penataan Pita Frekuensi Radio untuk Keperluan Layanan Akses Pita Lebar Berbasis Nirkabel (Broadband Wireless Access) diusulkan definisi Broadband adalah layanan telekomunikasi nirkabel yang memiliki kemampuan kapasitas diatas kecepatan data primer “2 Mbps” (E1) sesuai ITU-R F.1399-1.


Faktor pendorong broadband

Untuk Pemerintah

· Broadband dilihat sebagai infrastruktur penting untuk mencapai tujuan-tujuan pemerintah di bidang sosio-ekonomi.

· Untuk mendorong penyediaaan layanan publik seperti E-governance, E-learning, Tele-medicine.


Untuk Penyelenggara Jaringan / Jasa Telekomunikasi

Suatu pilihan untuk mengurangi penurunan pendapatan dari teknologi lama (POTS/PSTN).

Potensi tambahan pendapatan dari Layanan Nilai Tambah.

Potensi penambahan secara eksponensial dalam ARPU.


Untuk Konsumen

Tersedianya rentang aplikasi yang lebih banyak dan lebih kaya.

Akses yang lebih cepat terhadap informasi.

Layanan yang semakin mengarah konvergensi (VOIP, Video on Demand).



Sebutkan keuntungan SONET !

Keuntungan SONET adalah dapat memberikan fungsionalitas yang bagus baik pada jaringan kecil, medium, maupun besar.

Collector rings menyediakan interface ke seluruh aplikasi, termasuk local office, PABX, access multiplexer, BTS, dan terminal ATM.

Manejemen bandwith berfungsi untuk proses routing, dan manajemen trafik.

Jaringan backbone berfungsi menyediakan konektifitas untuk jaringan jarak jauh.



Jelaskan prinsip kerja dari ATM !

ATM telah direkomendasikan oleh CCITT sebagai mode transfer untuk B-ISDN. Pada ATM, informasi dikirim dalam blok data dengan panjang tetap yang disebut sel. Sel merupakan unit dari switching dan transmisi. Untuk mendukung layanan dengan rate yang beragam, maka pada selang waktu tertentu dapat dikirimkan sel dengan jumlah sesuai dengan rate-nya.

Sebuah sel terdiri atas information field yang berisi informasi pemakai dan sebuah header. Informasi field dikirim dengan transparan oleh jaringan ATM dan tak ada proses yang dikenakan padanya oleh jaringan. Urutan sel dijaga oleh jaringan, dan sel diterima dengan urutan yang sama seperti pada waktu kirim. Header berisi label yang melambangkan informasi jaringan seperti addressing dan routing.


Dikatakan merupakan kombinasi dari konsep circuit dan packet switching, karena ATM memakai konsep connection oriented dan mengggunakan konsep paket berupa sel. Setiap hubungan mempunyai kapasitas transfer (bandwidth) yang ditentukan sesuai dengan permintaan pemakai, asalkan kapasitas atau resource-nya tersedia Dengan resource yang sama, jaringan mampu atau dapat membawa beban yang lebih banyak karena jaringan mempunyai kemampuan statistical multiplexing


Topologi ini mempunyai karakteristik :

PRINSIP KERJA :

Data dikirim bertahap melalui komputer-komputer lain sebelum sampai tujuan.

TIPE KABEL : Coaxial

KONEKTOR : Soket BNC dengan Terminator BNC

TRANSFER : 10 Mbps

KONSENTRATOR : tidak ada


KEUNGGULAN :

: - Mudah untuk menghubungkan peralatan ke jaringan.

- Tidak membutuhkan kabel yang banyak.

- Cocok untuk jaringan skala kecil.


KELEMAHAN : - Semua koneksi akan terputus jika ada kerusakan di kabel utama.

- Memerlukan terminator di kedua ujung kabel utama.

- Sulit untuk mengetahui letak gangguan jika jaringan tidak koneksi.

- Tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai jaringan tunggal di gedung besar.

- Memerlukan repeater untuk LAN yang berjarak jauh.



Apakah yang dimaksud dengan DSL?

DSL (Digital Subscriber Line) adalah satu set teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan downolad dari DSL berkisar dari 128 kbit/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan upload lebih rendah dari download untuk ADSL dan sama cepat untuk SDSL.itu sendiri merupakan singkatan dari Digital Subscriber Line.
DSL merupakan teknologi yang menggunakan kabel telepon yang sudah ada untuk mengirimkan data dengan kecepatan tinggi.


DSL dapat menyediakan service dengan kecepatan dari 144 sampai 1100Kbps. Kecepatan maksimum, yaitu 1100Kbps itu kira2 50x lebih cepat dibandingkan 28.8Kbps kecepatan modem, dan 10x lebih cepat jika dibandingkan ISDN.


DSL lebih murah jika dibandingkan dengan T-1 untuk SOHO, dan tidak dicharge
per-minute, melainkan per bandwidth yang digunakan. Untuk mengimplementasikan
DSL, yang dibutuhkan hanya DSL modem, ethernet card dan kabel ethernet yang
digunakan untuk menghubungkan server ke DSL modem.


Akses cable modem itu berdasarkan model broadcast, dimana sinyal yang sama
dishare melalui loop ke pelanggan2 dalam area tertentu. Semakin banyak pelanggan
yang menggunakan cable modem, semakin kecil bandwidth yang tersedia untuk
setiap pelanggan. Sedangkan DSL menyediakan dedicated line dari pelanggan
ke service provider, yang mengakibatkan akses bandwidth yang lebih cepat dan
reliable.


Keuntungan DSL

  • Menggunakan infrastruktur (kabel pair) eksisting.
  • Layanan dapat seketika diberikan kepada setiap pelanggan yang telah mempunyai sambungan telepon baik perumahan maupun bisnis/perkantoran.
  • Tidak perlu meng-upgrade sentral, karena trafik DSL tidak masuk ke sentral.
  • Layanan baru yang diberikan tidak mengganggu layanan telepon eksisting.
  • Mampu memberikan kanal akses digital kecepatan tinggi secara dedicated untuk setiap pelanggan.


Sumber :

http://www.master.web.id/archive/200112/0215.html

http://firdaus84.files.wordpress.com/2008/11/11-komunikasi-broadband.ppt

http://id.wikipedia.org/wiki/DSL

Minggu, 07 November 2010

KUIS V-CLAS JARKOM

Network address : 200.200.200.0/16

Ada 5 network yang dibuat yaitu :

Management 32 host
HRD 16 Host
Administrasi 8 Host
IT 4 Host
Sales 16 Host

Jaringan yang dibuat menggunakan 3 Router yaitu Router0, Router1 dan router2. Dihubungkan masing-masing dengan menggunakan connection DCE (clock rate 9600).

Tentukan Subnetting IP ini menggunakan metode VLSM :

Nama Host NA Range Broadcast SM
Management 32 host



HRD 16 Host



Administrasi 8 Host



IT 4 Host



Sales 16 Host




JAWAB :

IP Jaringan: 200.200.0.0/16
Tersedia alamat IP dalam jaringan utama: 65534
Jumlah alamat IP yang dibutuhkan: 76
Tersedia alamat IP dalam subnet dialokasikan: 142
Sekitar 0% dari ruang alamat jaringan yang tersedia utama yang digunakan
Sekitar 54% dari ruang alamat subnet jaringan yang digunakan

Subnet Name Needed Size Allocated Size Address Mask Dec Mask Assignable Range Broadcast
Administrasi 8 14 200.200.0.128 /28 255.255.255.240 200.200.0.129 – 200.200.0.142 200.200.0.143
HRD 16 30 200.200.0.64 /27 255.255.255.224 200.200.0.65 – 200.200.0.94 200.200.0.95
IT 4 6 200.200.0.144 /29 255.255.255.248 200.200.0.145 – 200.200.0.150 200.200.0.151
Management 32 62 200.200.0.0 /26 255.255.255.192 200.200.0.1 – 200.200.0.62 200.200.0.63
Sales 16 30 200.200.0.96 /27 255.255.255.224 200.200.0.97 – 200.200.0.126 200.200.0.127

Tes awal -- VLSM (Variable Length Subnet Mask)

diketahui :

*Sebuah Gedung 5 lantai

*IP Lokal 200.0.1.0/24

*IP Lokal 200.0.2.0/24

*Kebutuhan perlantai :

# 11 PC untuk Accountung Staff

# 3 PC untuk Ruang Server

# 7 PC untuk IT Staff

# 28 PC untuk Operatinal Staff

# 30 PC untuk CS Staff


1. RANCANGLAH NETWORK SKEMANYA













2. SUBNET SESUAI KEBUTUHAN

TULISKAN SUBNET DALAM TABEL

# 3 PC untuk Ruang Server

Analisa: 200.0.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Karena dibutuhkan hanya 3 PC untuk Ruang Server, menjadi :

11111111.11111111.11111111.11111000 (255.255.255.248).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 25 = 32 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 23 – 2 = 6 host
  3. Blok Subnet = 256 – 248 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 8. Subnet berikutnya adalah 8 + 8 = 16, dan 8 + 16 = 24. Jadi subnet lengkapnya adalah 8, 16,24,dst.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Subnet #

Subnet ID

Valid Host

Broadcast ID

1

200.0.1.8

200.0.1.9 s/d 200.0.1.14

200.0.1.15

2

200.0.1.16

200.0.1.17 s/d 200.0.1.22

200.0.1.23

3

200.0.1.24

200.0.1.25 s/d 200.0.1.30

200.0.1.31

4

200.0.1.32

200.0.1.33 s/d 200.0.1.38

200.0.1.39

5

200.0.1.40

200.0.1.41 s/d 200.0.1.46

200.0.1.47

6

200.0.1.48

200.0.1.49 s/d 200.0.1.54

200.0.1.55

7

200.0.1.56

200.0.1.57 s/d 200.0.1.62

200.0.1.63

8

200.0.1.64

200.0.1.65 s/d 200.0.1.70

200.0.1.71

9

200.0.1.72

200.0.1.73 s/d 200.0.1.78

200.0.1.79

10

200.0.1.80

200.0.1.81 s/d 200.0.1.86

200.0.1.87

30

200.0.1.240

200.0.1.241 s/d 200.0.1.246

200.0.1.247

IP Lokal : 200.0.1.0/24
Alamat IP dalam jaringan utama: 254

Alamat IP menjadi : 6 karena dibutuhkan 3 PC
Jumlah alamat IP yang dibutuhkan: 3
Jumlah Host per Subnet dialokasikan: 6
Sekitar 3% dari ruang alamat jaringan yang tersedia utama yang digunakan

Sekitar 50% dari ruang alamat subnet jaringan yang digunakan

Nama Subnet

IP yg dibutuhkan

Dialokasikan

Address

Mask

Dec Mask



SERVER

3

6

200.0.1.0

/29

255.255.255.248



# 11 PC untuk Accountung Staff

# 3 PC untuk Ruang Server

# 7 PC untuk IT Staff

# 28 PC untuk Operatinal Staff

# 30 PC untuk CS Staff

# 28 PC untuk Operatinal Staff

Analisa: 200.0.2.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Karena dibutuhkan hanya 28 PC untuk Operatinal Staff, menjadi :

11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 23 = 8 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 25 – 2 = 30 host
  3. Blok Subnet = 256 – 224 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 32. Subnet berikutnya adalah 32 + 32 = 64, dan 32 + 64 = 96. Jadi subnet lengkapnya adalah 32, 64,96,dst.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Subnet #

Subnet ID

Valid Host

Broadcast ID

1

200.0.2.32

200.0.2.33 - 200.0.2.62

200.0.2.63

2

200.0.2.64

200.0.2.65 - 200.0.2.94

200.0.2.95

3

200.0.2.96

200.0.2.97 - 200.0.2.126

200.0.2.127

4

200.0.2.128

200.0.2.129 - 200.0.2.158

200.0.2.159

5

200.0.2.160

200.0.2.161 - 200.0.2.190

200.0.2.191

6

200.0.2.192

200.0.2.193 - 200.0.2.222

200.0.2.223

# 30 PC untuk CS Staff

Analisa: 200.0.2.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Karena dibutuhkan hanya 30 PC untuk CS Staff, menjadi :

11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 23 = 8 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 25 – 2 = 30 host
  3. Blok Subnet = 256 – 224 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 32. Subnet berikutnya adalah 32 + 32 = 64, dan 32 + 64 = 96. Jadi subnet lengkapnya adalah 32, 64,96,dst.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Subnet #

Subnet ID

Valid Host

Broadcast ID

1

200.0.2.32

200.0.2.33 - 200.0.2.62

200.0.2.63

2

200.0.2.64

200.0.2.65 - 200.0.2.94

200.0.2.95

3

200.0.2.96

200.0.2.97 - 200.0.2.126

200.0.2.127

4

200.0.2.128

200.0.2.129 - 200.0.2.158

200.0.2.159

5

200.0.2.160

200.0.2.161 - 200.0.2.190

200.0.2.191

6

200.0.2.192

200.0.2.193 - 200.0.2.222

200.0.2.223

# 7 PC untuk IT Staff

Analisa: 200.0.2.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Karena dibutuhkan hanya 7 PC untuk IT Staff, menjadi :

11111111.11111111.11111111.11110000 (255.255.255.240).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 24 = 16 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 24 – 2 = 14 host
  3. Blok Subnet = 256 – 240 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 16. Subnet berikutnya adalah 16 + 16 = 32, dan 16 + 32 = 48. Jadi subnet lengkapnya adalah 32, 64,96,dst.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Subnet #

Subnet ID

Valid Host

Broadcast ID

1

200.0.2.16

200.0.2.17 - 200.0.2.30

200.0.2.31

2

200.0.2.32

200.0.2.33 - 200.0.2.46

200.0.2.47

3

200.0.2.48

200.0.2.49 - 200.0.2.62

200.0.2.63

4

200.0.2.64

200.0.2.65 - 200.0.2.78

200.0.2.79

5

200.0.2.80

200.0.2.81 - 200.0.2.94

200.0.2.95

6

200.0.2.192

200.0.2.97 - 200.0.2.110

200.0.2.111

14

200.0.2.224

200.0.2.225 - 200.0.2.238

200.0.2.239

# 11 PC untuk Accountung Staff

Analisa: 200.0.2.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Karena dibutuhkan hanya 11 PC untuk Accountung Staff, menjadi :

11111111.11111111.11111111.11110000 (255.255.255.240).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 24 = 16 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 24 – 2 = 14 host
  3. Blok Subnet = 256 – 240 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 16. Subnet berikutnya adalah 16 + 16 = 32, dan 16 + 32 = 48. Jadi subnet lengkapnya adalah 32, 64,96,dst.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Subnet #

Subnet ID

Valid Host

Broadcast ID

1

200.0.2.16

200.0.2.17 - 200.0.2.30

200.0.2.31

2

200.0.2.32

200.0.2.33 - 200.0.2.46

200.0.2.47

3

200.0.2.48

200.0.2.49 - 200.0.2.62

200.0.2.63

4

200.0.2.64

200.0.2.65 - 200.0.2.78

200.0.2.79

5

200.0.2.80

200.0.2.81 - 200.0.2.94

200.0.2.95

6

200.0.2.192

200.0.2.97 - 200.0.2.110

200.0.2.111

14

200.0.2.224

200.0.2.225 - 200.0.2.238

200.0.2.239


IP Jaringan: 200.0.2.0/24
Tersedia alamat IP dalam jaringan utama: 254
Jumlah alamat IP yang dibutuhkan: 76
Tersedia alamat IP dalam subnet dialokasikan: 88
Sekitar 38% dari ruang alamat jaringan yang tersedia utama yang digunakan
Sekitar 86% dari ruang alamat subnet jaringan yang digunakan

Subnet Name

Needed Size

Allocated Size

Address

Mask

Dec Mask

Assignable Range

Broadcast

ACCOUNTING STAFF

11

14

200.0.2.64

/28

255.255.255.240

200.0.2.65 – 200.0.2.78

200.0.2.79

IT STAFF

7

14

200.0.2.80

/28

255.255.255.240

200.0.2.81 – 200.0.2.94

200.0.2.95

OPERASIONAL STAFF

28

30

200.0.2.32

/27

255.255.255.224

200.0.2.33 – 200.0.2.62

200.0.2.63

CS STAFF

30

30

200.0.2.0

/27

255.255.255.224

200.0.2.1 – 200.0.2.30

200.0.2.31